Langsung ke konten utama

Sandwich dan Hot dog, Bedanya Apa Sih?

 

Sumber foto: tribunjogja.com sajiansedapgrid.id

Nama ‘sandwich’, ‘hotdog’ pasti sudah tidak asing lagi terdengar mengingat banyaknya penjual yang menyajikkan kedua menu tersebut. Walaupun kedua makanan tersebut sama-sama berbahan dasar roti namun apakah ada perbedaannya?

Sandwich merupakan sebuah roti hidangan yang berisi sayuran, daging maupun topping-topping lain. Hot dog umumnya hampir sama dengan sandwich hanya saja yang membedakan jenis roti yang memanjang dan sosis berjenis frankfurter dari Jerman.

Dilansir pada laman web prweek.com seorang kepala Pemasaran Oscar Mayer, Guidotti menjelaskan mengenai perdebatan apakah hotdog itu adalah sandwich. Menurutnya, kebanyakan orang tidak percaya bahwa hot dog mirip sandwich karena unsur yang terdapat atau isian pada hot dog dan sandwich hampir sama. Di kamus juga mendefinisikan hot dog yang terdiri dari sosis jenis frankfurter dalam split roll(roti bun yang berbentuk panjang). Walau begitu, banyak orang berpendapat bahwa meskipun hot dog secara teknis sesuai dengan sandwich namun itu sama sekali bukan sandwich.

Pada laman allrecipes.com seorang presiden Dewan Sosis dan Hot Dog Nasional mengatakan, “Hot dog bukanlah sandwich,” lanjutnya, “Jika anda pergi ke penjual hot dog dan berkata beri saya sandwich, maka mereka akan melihat anda gila.”

“Intinya, hot dog adalah item uniknya sendiri yang melebihi kategori sandwich. Ini memisahkan diri dari kategori sandwich. Orang suka berdebar dnegan kami, tapi tidak, hot dog bukanlah sandwich,” ucap Mittenthal, Presiden Dewan Sosis dan Hot dog nasional.

Dari cerita sejarah pun membedakan antara hot dog dan sandwich, diceritakan pada tahun 1958, Charles Feltman seorang imigran Jerman datang ke Amerika dan menemukan hot dog ketika dia mengambil frankfurter (sosis dari Jerman) dan memasukkan ke dalam roti panjang kemudian menjualnya dari kereta dorong di Coney Island untuk menghasilkan uang.

Sementara sejarah sandwcih ialah diceritakan pada tahun 1764, John Montague bergelar Earl of Sandwich IV pemimpin Angkatan Laut Inggris memiliki hobi berjudi itu menginginkan makanan yang dapat dinikmati tanpa perlu menghentikan aktivitasnya berjudi, di mana makanan tersebut memungkinkan Montague untuk menggunakan alat yang simpel dan mudah. Ia berulang kali meminta pelayan untuk membawa irisan daging yang dilapisi dua lembar roti, kebiasaan tersebut kemudian dinamakan ‘sandwich’ yang perlahan mulai dikenal oleh para rekannya dengan kudapan roti lapis.

Beberapa tahun kemudian, kapten dan para penjelajah Inggris, James Cook menemukan sekelompok pulau di tengah Samudra Pasifik yang diberi nama Pulau Sandwich. Nama tersebut diberikan oleh Cook sebagai penghormatan kepada Montague yang diambil dari nama gelarnya, Earl of Sandwich, kini pulau tersebut dikenal dengan nama pulau Hawaii. 

Perdebatan antara perbedaan sandwich dan hot dog pun hingga kini belum menemui titik temunya, menurut kalian bagaimana?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyemil Unik dengan Ragam Olahan Keripik Buah, Enak!

  Sumber gambar: shutterstock Kegiatan nyemil sebetulnya tidak selalu identik dengan makanan ringan mengandung micin, bisa pula dengan makanan yang berasal dari buah-buahan. Buah-buahan yang biasanya dijumpai dengan cara dimakan langsung maupun dijus ini, ternyata bisa lho dimakan dalam bentuk keripik crispy . Keripik buah pasti sudah tak asing lagi terdengar, mengingat beberapa kota di daerah Indonesia memiliki oleh-oleh khas keripik buah yaitu apel. Keripik buah biasanya bertekstur tipis, renyah dan juga memiliki varian rasa yang dominan sesuai dengan buah tersebut. Saat ini pun ide membuat olahan keripik buah sudah sangat banyak di media sosial, umumnya yang sering dibagikan ialah keripik pisang, keripik apel, keripik belimbing dan keripik nangka. Banyak orang kemudian membuka store langsung maupun online dengan menjual rasa beragam keripik buah. Harga untuk setiap keripik buah pun berbeda-beda, tergantung dengan bahan buah apa yang digunakan. Walau begitu, apabila seda...

Bika Ambon berasal dari Ambon?

  Sumber foto: Ilustrasi/Tastemade Nama ‘bika ambon’ pasti sudah diketahui banyak orang di kalangan pecinta kuliner. Kue ini berwarna kuning, berbentuk pipih, memiliki permukaan layaknya pori-pori dan pada bagian kue pinggirannya keras yang merupakan sisa dari panas dasar loyang. Kue ini seringkali ditemukaan saat sedang acara syukuran, kumpul bersama keluarga, atau untuk dijadikan teman kopi atau teh. Memiliki nama ‘ambon’ dibelakang kue seperti nama dari salah satu daerah di Indonesia, ternyata banyak orang mengira kue ini berasal dari Ambon padahal kue ini berasal dari Medan, Sumatera Utara. Ada beberapa versi yang menjelaskan mengenai asal muasal kue bika ambon ini. Sebuah buku berjudul Bunga Angin Portugis di Nusantara , Jejak-jejak Kebudayaan Portugis di Nusantara (2008) karya Paramita R Abdurrahman, mengatakan bahwa Portugis memiliki peninggalan di Maluku yang berupa tradisi kuiner atau memasak. Dari banyaknya masakan yang dibuat dan diperkenalkan kepada penduduk sete...

Lapis Talas Sangkuriang Khas Bogor, Enak yang Varian Apa?

Sumber foto: instagram @lapisbogor   Lapis talas sangkuriang merupakan salah satu kue terkenal di Bogor, sudah berdiri sejak tahun 2011. Brand dari sangkuriang ini menghasilkan banyak kue-kue lezat seperti lapis talas dan terdapat inovasi baru yaitu lapis bunder. Lapis talas ini memiliki banyak varian rasa dengan harga yang juga variatif. Varian rasanya antara lain ialah chocovilla oreo, original keju, full talas keju, brownies keju dan masih ada banyak varian rasa lainnya. Di setiap potongan cake ini menghasilkan rasa sesuai topping atau varian yang dipilih namun cenderung manis yang pas, lembut dan sangat empuk. Tekstur dari cake ini sangat berongga namun tidak gampang hancur perbagiannya. Sebenarnya hampir di setiap kue lapis talas ini rasanya mirip-mirip seperti pada kue original kejunya hanya yang membedakannya ialah aroma kuenya seperti pada coco pandan keju itu cenderung beraroma pandan. Kalau berbicara adu rasa terhadap setiap varian lapis talas ini sebenarnya me...